1. Home
  2. About Ozone

About Ozone

History

1840

Ozon pertama kali ditemukan oleh Christian Friedrich Schönbein pada tahun 1840, saat ia bekerja dengan tumpukan voltaik. Dalam eksperimennya, ia mengamati bahwa gas berbau khas muncul ketika oksigen terpapar muatan listrik. Ia menduga bahwa ia berhadapan dengan gas yang disebutnya “super active oxygen.”

1972

Pada tahun 1972, terbentuklah Medical Society for Ozone Therapy di Jerman Barat di bawah naungan IOA (International Ozone Association).

1993

Pada tahun 1993, nama perkumpulan ini diubah menjadi German Medical Society for Ozone Application in Prevention and Therapy IV karena berkembangnya terapi ozon yang meluas dan mencakup berbagai bidang dalam ilmu kedokteran preventif.

Para Pelopor

Discoverer

CF. Schonbein

(1799-1868)

Surgeon

E. Payr

(1871-1946)

Dental Physician

E. Fisch

(1899-1966)

Physicist

J. Hansler

(1908-1981)

General Praktitioner

H. Wolff

(1924-1980)

What is Ozone

Ozon (O3) adalah molekul gas alam yang terbentuk dari tiga atom oksigen dan bersifat tidak stabil. Ini berbeda dengan molekul oksigen (O2), yang lebih stabil dan terdiri dari dua atom O. Di udara bebas, ozon terdapat dalam konsentrasi kecil, yaitu sekitar 0,00006% (volume in dry air).

Ozon terbentuk secara alamiah akibat petir, sinar ultraviolet, radiasi kosmis, atau sinar radioaktif yang mengubah O2 menjadi O3. Di ketinggian antara 50.000 hingga 100.000 kaki, O2 menyerap energi radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan berubah menjadi O3. Proses ini berulang dan membentuk lapisan ozonosfer yang menjaring sebagian besar energi ultraviolet dari sinar matahari, melindungi kehidupan di bumi dari radiasi berbahaya.

Benefit

  1. Meningkatkan sirkulasi darah: Ozon membantu meningkatkan oksigenasi jaringan, memperbaiki aliran darah, dan merangsang proses penyembuhan.
  2. Sifat Antimikroba: Ozon memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur, sehingga berguna untuk membunuh patogen dalam tubuh dan mengobati infeksi, luka kronis, serta luka bakar.
  3. Detoksifikasi: Terapi ozon diyakini membantu dalam mengeluarkan racun dan logam berat dari tubuh.
  4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh: Ozon dapat merangsang sistem imun, membuatnya lebih efektif dalam melawan infeksi.
Terapi Ozon, Ozone Therapy, Organisasi Dokter Terapi Ozon, Asosiasi Terapi Ozon, Indonesia, Pertozi