About Ozone
History
Para Pelopor
Discoverer
CF. Schonbein
(1799-1868)
Surgeon
E. Payr
(1871-1946)
Dental Physician
E. Fisch
(1899-1966)
Physicist
J. Hansler
(1908-1981)
General Praktitioner
H. Wolff
(1924-1980)
What is Ozone
Ozon (O3) adalah molekul gas alam yang terbentuk dari tiga atom oksigen dan bersifat tidak stabil. Ini berbeda dengan molekul oksigen (O2), yang lebih stabil dan terdiri dari dua atom O. Di udara bebas, ozon terdapat dalam konsentrasi kecil, yaitu sekitar 0,00006% (volume in dry air).
Ozon terbentuk secara alamiah akibat petir, sinar ultraviolet, radiasi kosmis, atau sinar radioaktif yang mengubah O2 menjadi O3. Di ketinggian antara 50.000 hingga 100.000 kaki, O2 menyerap energi radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan berubah menjadi O3. Proses ini berulang dan membentuk lapisan ozonosfer yang menjaring sebagian besar energi ultraviolet dari sinar matahari, melindungi kehidupan di bumi dari radiasi berbahaya.
Benefit
- Meningkatkan sirkulasi darah: Ozon membantu meningkatkan oksigenasi jaringan, memperbaiki aliran darah, dan merangsang proses penyembuhan.
- Sifat Antimikroba: Ozon memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur, sehingga berguna untuk membunuh patogen dalam tubuh dan mengobati infeksi, luka kronis, serta luka bakar.
- Detoksifikasi: Terapi ozon diyakini membantu dalam mengeluarkan racun dan logam berat dari tubuh.
- Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh: Ozon dapat merangsang sistem imun, membuatnya lebih efektif dalam melawan infeksi.